Langsung ke konten utama

Your Job is NOT your career - Review Buku

 



Your Job is NOT your career.

Review Buku Rene Suhardono

Alhamdulillah akhirnya, buku yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Buku yang sangat menginspirasi saya kiranya dapat menjadi salah satu buku rekomendasi mama kece di akhir pekan. Apalagi, mama yang hobi membaca buku, boleh dong buku ini masuk kedalam salah satu bucket list-nya mama kece. Mams, kali ini saya akan me-review buku karya salah satu kolega baik saya yaitu, Bang Rene Suhardono. Beliau adalah salah seorang career coach, penulis dan juga advisor manajemen sumber daya manusia untuk C- level di beberapa BUMN/BUMD di Indonesia. Sebelum, saya jauh menceritakan isi bukunya, maka ada baiknya saya menceritakan awal mula saya tertarik dengan bukunya Bang Rene ini.

Beberapa tahun lalu, ketika saya berusia sekitar dua puluh-tahunan, seorang mid-profesional yang sedang menikmati masa sebagai manajer mudanya dengan stabilitas karier yang cukup mumpuni dalam membangun sebuah mimpi. Kala itu, saya sedang mencoba mencari jati diri dalam berkarier diusia belia, lantas bagimana mengelola hal itu semua. Apalagi saya suka berkunjung ke toko buku, Gramedia. Tidak hanya sekedar membeli buku kesukaan, tetapi juga saya suka menghantarkan mata saya pada indahnya judul-judul buku yang menarik perhatian otak dan pikiran saya. Buku “Your Job is NOT your career” karangan Bang Rene. merupakan salah stau pilihan buku dari sekian banyak buku tentang “coaching career” dizamannya. Tidak banyak buku bertemakan coaching career saat itu. Lantas, dengan tidak berpikir panjang, saya segerakan tangan saya untuk mendapuk buku yang sudah saya incar tersebut.

Saya suka buku tersebut, karena bahasa yang disampaikan termasuk bahasa ringan karena jauh dari kalimat atau kata-kata manajemen yang njelimet, saya pikir ini adalah point plus untuk disimak karena penulis rupaya sangat paham betul masalah yang dihadapi profesional muda diseputar karier mereka dan bagaimana beliaunya sebagai coach dapat mengkomunikasikan masalah tersebut dengan strategi atau solusi yang beliau miliki. Saya rasa hal ini merupakan “sesuatu” artinya tidak semua orang dapat berpikir bahwa solusi yang disampaikan melalui kata-kata harus bersyarat dengan bahasa yang rumit atau njelimet. Darsini kita dapat menilai, justru dengan gaya beliau yang santai, lugas, dan intelektual justru dapat mengemas banyak solusi berbalut kemudahan bagi setiap pembaca bukunya. (bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kesehatan Mental itu Penting Bagi Dunia Kerja

Sementara masalah kesehatan mental telah meningkat secara global selama bertahun-tahun, permulaan pandemi melihat peningkatan 25 persen dalam prevalensi kecemasan dan depresi di seluruh dunia. Di India saja, menurut survei baru-baru ini oleh Deloitte, 80 persen tenaga kerja dilaporkan memiliki masalah kesehatan mental pada tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 47 persen menghubungkan kondisi mereka dengan stres terkait pekerjaan. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa sepertiga dari responden tetap bekerja meskipun kondisi mereka buruk dan sekitar 20 persen mengundurkan diri untuk mengatasi masalah mereka. Pengurangan, kehadiran, dan ketidakhadiran ini telah merugikan pengusaha India sekitar $ 14 miliar per tahun. Jadi, apa yang bisa dilakukan? Untungnya, banyak pengusaha sekarang yakin bahwa mendukung kesejahteraan mental karyawan adalah bagian penting dari bisnis mereka dan secara aktif bekerja untuk mengatasi tantangan kompleks ini dengan solusi yang mudah diterapkan. Berikut adalah t...

Lesson Learned Energy Crisis from Europe

The energy crisis has hit many countries in the world. Indonesia is no exception. Indonesia as part of the largest Asian country in the southeast has a role in maintaining its natural resources and other efforts to overcome the effects of the current crisis, coupled with the conflict between Russia and Ukraine.   An energy crisis is a shortage (or price increase) in the supply of energy resources to the economy. These crises usually point to a shortage of petroleum, electricity, or other natural resources. This crisis has had repercussions on the economy, with many recessions and others. The conditions currently experienced by Indonesia related to the energy crisis are starting to be felt, this of course has a negative and positive impact on Indonesia.   The negative impact is to encourage an increase in commodity prices including the price of fuel oil (BBM), LPG, and also the basic electricity tariff (TDL).The Russia-Ukrainian war became the source of the world's ene...

‘COMPARATIVE OVERVIEW OF FISCAL REFORM IN INDONESIA; STUDY CASE OBJECTIVE: E-BUDGETING IMPLEMENTATION IN DKI JAKARTA AND CENTRAL JAVA PROVINCE.’

 c) Background on e-budgeting in DKI Jakarta and Central Java. Based on the Law of the Republic of Indonesia Number 14 of 2008,  concerning the accountability of Public Information, it is emphasized that transactions must be prioritized in carrying out government administration by state-owned public bodies that are responsible for achieving public welfare. Therefore, the Provincial Government of DKI Jakarta and Central Java. d) E-budgeting in DKI Jakarta     SMART PLANNING BUDGETING A web application for data presentation and analysis that is open to the public with an interactive and user-friendly platform to explore and explore more about the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD).  You can follow all the developments of the DKI Jakarta APBD in one integrated portal, starting from guides, news sequences, infographics, and videos of the preparation process. This portal also provides analysis and monitoring features in the form of a dashboard, monito...